Ketentuan Khusus Lomba Debat

1. Lomba debat tentang Parade Cinta Tanah Air ini akan mempertandingkan antar tim SMA atau sederajat se-Jawa Barat.
2. Setiap tim debat  terdiri dari 3 orang.
3. Peserta lomba debat adalah siswa SMA/SMK/MA kelas X, XI, dan XII.
4. Setiap sekolah boleh mengirimkan maksimal 2 tim debat.
5. Setiap tim debat didampingi oleh 1 orang guru pendamping/pembimbing.
6. Apabila sebuah sekolah mengirimkan lebih dari 1 tim debat, maka guru pembimbing seyogianya berlainan.
7. Setiap tim harus mempelajari tema lomba yang menjadi ruang lingkup debat yakni tentang “Bela Negara dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa“, dengan berbagai sub-tema turunannya.  Sub-tema yang akan dijadikan bahan debat antara lain sebagai berikut:

  • Nasionalisme di era kekinian.
  • Cinta tanah air dan modal dasar pembangunan bangsa.
  • Bela negara dan persatuan dan kesatuan bangsa.

8. Pendaftaran peserta debat dilaksanakan dengan mengirimkan formulir pendaftaran yang sudah diisi lengkap ke Panitia Lomba melalui e-mail di alamat: paradetanahair@gmail.com, CC: tedjo@spsindonesia.or.id, spspusat@spsindonesia.or.id, hingga  tiga hari menjelang hari H lomba ATAU hingga jumlah peserta lomba debat sudah mencapai 40 TIM. Jika jumlah peserta debat sudah 40 tim, maka pendaftaran langsung DITUTUP meskipun belum sampai batas waktu penutupan seperti ketentuan semula (H minus 3).
9. Panitia akan mengadakan technical meeting untuk memberikan penjelasan teknis sekaligus sebagai awal pendaftaran  peserta.
10. Pengambilan Nomor Undian peserta debat akan diadakan pada hari H, Pk. 08.00 – 09.00 waktu setempat sambil registrasi ulang seluruh peserta lomba debat.
11. Sejak babak penyisihan hingga final, panitia akan menggunakan tiga sub-tema yang sudah ditetapkan sebagai bahan debat. Sub-tema akan terus berganti, namun tetap mengacu pada tema utama di atas, dalam setiap putaran debat.
12. Debat ini menggunakan sistem PERINGKAT atau RANKING.
13. Pada babak penyisihan, akan diambil 10 tim dengan peringkat tertinggi/terbaik, untuk selanjutnya maju ke babak Semifinal keesokan harinya.
14. Pada babak semifinal, akan diambil 3 tim terbaik dengan peringkat tertinggi untuk maju babak Final.
15. Setiap debat akan bertanding 2 – 4 tim SMA yang saling berhadapan, dengan dipandu seorang moderator, dengan durasi debat antara 15 – 30 menit, bergantung jumlah peserta yang mengikuti debat.
16. Dalam babak Penyisihan, diestimasikan akan bertanding maksimal 40 tim atau sama dengan 10 putaran, agar jatah waktu yang tersedia dari Pk. 09.00 –  17.00 bisa dimanfaatkan dengan baik.
17. Simulasi skema pertandingan adalah sbb:

  • Jika 20 Tim, maka akan berhadapan langsung tiap putaran terdiri dari 2 tim.
  • Jika 30 Tim, maka akan bertanding tiap putaran adalah tiga tim.
  • Jika 40 Tim (maksimal), maka akan saling berhadapan 4 tim dalam satu putaran.
  • Jika 26 Tim, maka dibuat skema bertanding menjadi: 3 – 3 – 3 – 3 – 3 – 3 – 2 – 2 – 2 – 2. Demikian dan seterusnya.

18. Dalam setiap sesi debat, Moderator dan Dewan Juri akan menguji peserta dengan berbagai pertanyaan yang relevan dan saling dikonfrontasi dengan tim peserta lain.

19. Panitia akan memberikan hadiah bagi 3 pemenang utama (sertifikat, trophy, dan uang pembinaan) dan sertifikat serta hadiah hiburan bagi 7 nominator.
20. Seluruh Peserta dan Guru Pendamping akan memperoleh SERTIFIKAT dari Panitia.
21. Pemenang I – III Lomba Debat di dan 1 (satu) orang guru pendamping, akan diundang ke Jakarta untuk beramah-tamah dengan Menteri Pertahanan RI. Seluruh biaya perjalanan ke Jakarta ditanggung oleh Panitia Lomba.

MODEL TEKNIS DEBAT
1. Setiap putaran debat yang terdiri dari 3 sesi –sesi pernyataan awal, sesi pendalaman juri, dan sesi debat bebas– akan menyajikan dua sampai tiga sub-tema yang diajukan oleh moderator.
2. Setiap tim diminta menyampaikan statement awal selama 1 menit oleh moderator atas satu pertanyaan atau pernyataan yang disodorkan oleh moderator.
3. Selanjutnya moderator mempersilakan Juri untuk melontarkan pertanyaan ujian atau pendalaman kepada masing-masing tim.
4. Usai juri mengajukan pertanyaan pendalaman kepada masing-masing tim (tidak harus seluruh juri bertanya satu-satu kepada semua tim, yang penting semua tim mendapat giliran penajaman dari juri), moderator akan mengambil alih kembali kendali debat untuk memasuki sesi debat bebas dengan sistem rebutan (siapa cepat dia mendapat giliran pertama menjawab).
5. Saat berlangsung perdebatan bebas antartim ini, moderator akan mengendalikan suasana perdebatan agar tidak terjadi debat kusir antartim yang sedang bertanding. Dewan juri hanya akan menyaksikan dan sekaligus menilai kualitas perdebatan setiap tim tersebut.
6. Setiap pendapat memperoleh apresiasi sama. Tidak ada vonis benar atau salah dalam berpendapat atau berdebat. Juri akan menilai dari sisi substansi pendalaman masalah dan logika solusi yang ditawarkan, serta gaya komunikasi yang ditampilkan oleh peserta. Termasuk soal etika dalam berbicara.
7. Setiap sesi debat, di ruangan semua peserta boleh masuk. Sementara jumlah suporter dibatasi, maksimal 5 orang (diluar peserta), yang boleh masuk di ruangan debat. Jika lebih dari 5 orang supporter setiap sekolah, maka diberlakukan sistem giliran ketika masuk ke ruangan debat.
8. Suporter tim adalah teman-teman, guru, dan keluarga peserta. Mereka boleh memberi semangat (tepuk tangan/sorak-sorai/spanduk/umbul-umbul) dan komentar saat timnya tampil, asal dilakukan dengan cara yang etik dan sopan. Moderator akan memberikan peringatan bagi penonton dan peserta lain yang memberikan komentar atau sorak dan tepuk tangan yang berlebihan.
9. Bendera atau spanduk dan poster yang dibawa para suporter tim, dilarang keras berisikan kalimat mengejek, menghina, mendiskreditkan dan sejenisnya yang ditujukan kepada tim atau sekolah lainnya yang menjadi lawan debat.
10. Suporter di floor dilarang keras membantu memberikan jawaban kepada tim sekolahnya, jika tim tersebut mengalami kesulitan menjawab.
11. Agar tidak muncul potensi saling menjiplak argumentasi, moderator dan juri akan menyusun dan melontarkan isu-isu berdasarkan sup tema/topik yang berlainan dari kelima topik utama yang diperdebatkan.
12. Selama perdebatan, para peserta diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia yang baku, dan bukan bahasa daerah apalagi bahasa “gaul”.
13. Dewan Juri sebanyak 3 orang (unsur Kementerian Pertahanan, Perguruan Tinggi, dan SPS), akan menilai performa para peserta debat. Parameter penilaian meliputi:

  • Penguasaan masalah/tema (40%) -> Juri dari Kemenhan.
  • Logika pendapat yang dikemukakan dalam mendebat (30%) -> Juri dari akademisi Perguruan Tinggi lokal.
  • Penampilan, meliputi Intonasi dan gaya bicara, etika, dll  (30%) -> Juri dari SPS Pusat.

14. Panitia akan memberikan hadiah bagi 3 pemenang utama (sertifikat, trophy, dan uang pembinaan) dan sertifikat serta hadiah hiburan bagi 7 nominator.
15. Seluruh Peserta dan Guru Pendamping akan memperoleh SERTIFIKAT dari Panitia.
16. Pemenang I – III Lomba Debat dan 1 (satu) orang guru pendamping, akan diundang ke Jakarta untuk beramah-tamah dengan Menteri Pertahanan RI. Seluruh biaya perjalanan ke Jakarta ditanggung oleh Panitia Lomba.

2 thoughts on “Ketentuan Khusus Lomba Debat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s